Minggu, 24 Maret 2013

AWAL SEBUAH NAMA


 

                Sekitar 5 tahun yang lalu,aku mengenalnya  namanya Adrian syaputra bisa aku panggil dengan sebutan abang puput.pertama aku melihatnya saat aku dan seorang temanku yang bernama rahmi melewati pos polisi,dijalan yang setapak itu.aku melihat dia berjalan kearahku.dia langsung menyapaku.
“Hay dik! “katanya dengan suara lembut
”ya abang!” Jawabku kaget.       
“Disini ada sungai ya dik?”tanyanya dengan penasaran.
“Mana aku tau bang kan aku pendatang baru,jawabku denga polosnya
 “masak iya adik warga baru disini,apa gak kebalik to,katanya sambil tersenyum
“idih abang ini dibilangin gk percya,aku dan rahmi pun berlalu dihadapan nya
Namun cowok itu mengejar kami.
Sapaan tadi membuat kami saling berkenalan,ternyata dia memang pendatang baru,dia berasal dari medan sedangkan aku dari duri,dan rahmi dari pasir pengaraian.disela-sela perkenalan kami dia berkata bahwa wajahku mengingatkan dia pada seseorang cewek yang bernama ocha ,cewek itu adik angkatnya dimedan.dengan spontan aku berkata “ya sudah anggap saja ita sebagai adik abang,dia pun tertawa.Karna hari sudah sore aku dan rahmi pulang kerumah,karna aku tinggal bersama kakak kandungku yang sudah berkeluarga da memiliki anak satu.sedangkan rahmi tinggal bersama ibu tirinya yang baik hati karna ibu kandung nya jauh dipasir.
Keesokkan hari nya aku berangkat sekolah bersama rahmi karna rumah rahmi dan rumahku berdekatan aku duluan yang menjemput rahmi,sesampainya dirumah rahmi ada seorang cowok ganteeeng ,tinggi,putih,mmmm pokoknya ideal bgt dech, memanggilku.karna cowok itu menggunakan seragam polisi aku jadi ketakutan.
“mi,pak polisi itu memanggilku ya kata ku pada rahmi.
Sepertinya begitu jawab rahmi singkat.
Aku berusaha melawan rasa takut itu,denga langcang nya aku berkata.
“Maaf ya pak polisi,siapa yang perlu dialah yang datang kesini.
Denga ceplas-ceplos aku berkata begitu sehingga ibu tiri rahmi tertawa.
Karna merasa ditantang cowok itupun datang menemuiku dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
“sambil tersenyum,pak polisi yang ganteng itu menyapaku.
Mau kemana adik cantiik?
Akupun menjawab,mau kesekolahan lah pak.
eehhmmm…adik lupa ya sama abang,katanya lagi
siapa ya,kataku penasaran.
Aku adrian syaputra dik,cowok yang kemarin kenalan sama adik.
“jadi abang polisi ya sambil malu-malu.
“iya dik,abang ditugaskan disini.jawabnya
Karna rahmi sudah siap-siap mau berangkat kesekolah,pembicaraan kami pun terputus,aku pamit dan meninggalka dia.karna aku siswa baru aku berkenalan dengan teman-teman yang lain.aku mempunyai banyak teman disekolah,karna aku baru berusia 16 tahun aku sangat lah bawel dan cengeng,bentar-bentar aku menangis disekolah karna ingat sama orangtuaku teman-temanku berusaha menghiburku dengan berbagai cara,ada yang baca puisi,ada yang menyanyi bahkan ada yang menari,akhirnya akupun tertawa dan tak menangis lagi.begitu setiap harinya.
Suatu hari,aku dicari seorang cewek tomboy yang sangat preman disekoalah kami,suka mabuk-mabukkan ,suka ngerokok dan suka cabut.karna aku anak baru disekoalah itu aku ditanyai sama dia
“Hei cewek manja,kamu ya namanya ocha!”
Dengan tegasnya aku berkata,bukan ya.
Nama ku rita sri andayani sambil mengulurkan tangan aku memperkenalkan diri
Tapi kata abang putra kamu adiknya.
mmmm…ya aku ,emang adiknya,trus kenapa kataku.
“cewek tomboy dan satu genk nya itu tersenyum  dan berkata,mau gak berteman dengankami.
Boleh-boleh saja,banyak teman kan banyak rejeki kataku sambil tersenyum.
Dan sejak itu kamipun jadi akrab,bahkan saat bulan puasa aku berhasil mengajak mereka ke mesjid yang membuat warga sangat sangat heran. karena sebelum nya mereka tak pernah kemesjid,mereka selalu berhura-hura.namun aku berhasil membuat orang itu lebih baik,bagiku berteman sama preman boleh saja asalkan kita bisa merubah mereka menjadi lebih baik.sejak itu aku menjadi terkenal disekolah itu dengan nama ocha.
Bahkan semua guru memanggil dengan nama ocha kecuali kepala sekolah,aku pun menjadi aneh dan yang awalnya iseng-iseng kini nama itu menajdi melekat dalam diriku .gimana tidak dari awal aku sekolah sampai aku tamat,bukan hanya disekolah diluar sekolah dan juga orangtua jadi ikutan memanggil aku dengan sebutan ocha,aku pun merasa terbiasa dengan nama itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar