Selasa, 02 April 2013

TUGAS SEMANTIK


1.HIPONIMI DAN HIPERNIMI
Kata hiponimi berasal dari bahasa yunani kuno,yaitu onoma  berakti “nama”dan hypo berakti “dibawah”.jadi secara harfiah berakti nama yang termasuk di bawah nama lain .secara semanitik verhaar(1978:137) menyatakan hiponim ialah  ungkapan ( berupa kata,tetapi  dapat juga disebut frase dan kalimat). Yang maknanya dianggap merupakan  bagian dari makna suatu ungkapan lain. Umpamanya  kata  tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan sebab makna tongkol berada atau termasuk dalam makna  kata ikan
Tongkol memang ikan tetapi ikan bukan hanya tongkol melainkan juga termasuk bandeng,tenggiri,teri dan mujair.kalau diskemakan menjadi:
                          
                                              IKAN


Tongkol              bandeng             tenggiri      teri     mujair

 Berhomonim  bersifat dua arah maka relasi antara dua kata  yang berhiponim ini adlah searah.jadi kata tongkol  berhiponim terhadap kata ikan ,tetapi  kata ikan tidak berhiponim terhadap kata tongkol,sebab makna ikan meliputi semua jenis ikan  Contoh lain,merah  berhiponim terhadap  kata warna :tetapi kata warna tidak berhiponim terhadap kata merah,sebab makna warna meliputi seluruh jenis warna. Relaksi antara warna dengan merah (atau jenis warna lain nya) disebut hipermimi.  Jadi kata merah berhiponim terhadap warna,maka warna berhiponim terhadap merah. Merah memang warna tetapi warna bukan hanya merah saja melainkan ada warna kuning,hijau,biru dan ungu.
Konsep hipomimi dan hipermimi mengandaikan adanya kelas bawahan dan kelas atasan,adanya makna sebuah kata yang berada dibawah makna kata lainnya. Kerna itu,ada kemungkinan sebuah kata merupakan hipornimi terhadap sejumlah kata lain,akan menjadi hiponim terhadap kata yang hierarkial berada di atasnya.
Konsep hiponimi dan hipermimi mudah diterapkan pada kata benda tetapi agak sukar pada kata kerja dan kata sifat. Disamping istilah hipomimi ada pula istilah yang disebut meromimi. Kedua istilah ini mengandung konsep yang hampir sama. Bedanya adalah: kalau hiponimi menyatakan adanya kata (unsur leksikal) yang maknanya berada dibawah makna kata lain. Sedangkan meronimi menyatakan adanya kata (unsure leksikal) yang merupakan dari kata lain. Jadi,kalau dalam hiponimi dikatakan merah sejenis warna. (Pengantar semantic bahasa indonesia : abdul chaer).

2. HIPONIMI
                    Sewaktu menggambarkan  hubungan makna kata yang satu dengan kata yang lainnya. Kita dapat  menemukan sejumlah kata yang memiliki kemiripan ciri  acuan  referen sehingga  keseluruhnya dapat  diberi  label umum yang berlaku setiap setiap  anggota  yang memiliki yang kemiripan cirri acuan tersebut.
                    Istilah hiponimi berkaitan dengan prosif perlibatan sejumlah makna yang terkandung didalam kata mawar ,melati,kamboja dan lainnya  kedalam satu naungan julukan yakni bunga.homonimi adalah beberapa kata yang memiliki  bentuk ,ujaran yang sama tetapi memiliki  makna yang berbeda.diacukan pada cirri yang lain ,bunga dapat juga menjadi kohiponim  dari rumput,beringin dan lainnya yang keseluruhan  menunjukan pada satu julukan umum tumbuh-tumbuhan.sedangkan hewan dan manusia dijulukan satu kata yaitu makhluk hidup.
( drs.aminudin,mpd:semantik/pengantar studi tentang makna).

3.HIPONIMI
                   hiponimi adalah hubungan makna yang mengandung pengertian hirearki.hubungan hiponimi ini dekat dengan sinonimi.bila sebuah kata memiliki semua komponen maka hiponimi ini dekat dengan sinonimi.bila sebuah kata memiliki semua komponen maka kata lainnya ,tetapi tidak sebaliknya: maka perhubungan itu disebut hiponimi.
                   istilah hiponim berasal dari kata yunanikuno onama( nama) dan hypo (dibawah) nama yang termasuk didalam nama lain."verhaar menyatakan hiponim ( bahasa inggris:hyponym) ialah ungkapan ( biasanya kata dapat berupa frase atau kalimat).

prof.Dr.Hj.fatimah  
4.HIPONIMI
     Hiponimi adalah hubungan inklusi. Hiponimi mengacu pada hubungan vertikal dari taksonomi (Saeed  2000:68-69). Saeed menyamakan istilah hiponimi dengan hipernimi (superordinasi). Pendapat ini berbeda dengan Cruse (1995: 88-89) yang menjelaskan bahwa jika X adalah hiponim dari Y, maka Y adalah hipernim dari X.
Contoh: dog ‘anjing’ dan cat ‘kucing’ adalah hiponim dari animal ‘hewan’.
  5.HIPERNIMI
     Seperti yang disebutkan di atas, hipernim atau superordinasi berkaitan dengan hiponim. Hipernim mengacu pada sesuatu yang lebih umum dari hiponim.
Contoh: animal ‘hewan’ adalah hipernim dari dog ‘anjing’ dan cat ‘kucing’.

5,HIPONIMI
         Dekat  dengan perhubungan yang disebut sinonimi adalah perhubungan yang disebut hiponimi. Hiponimi menyatakan hubungan makna yang mengandung pengertian hubungan hierarkis. Bila sebuah kata memiliki semua komponen makna kata lainnya, tetapi tidak sebaliknya, maka perhubungan itu disebut hiponimi. Kata warna meliputi semua warna lain. Jadi merah, hitam, hijau adalah hiponim dari kata warna. Hiponimi kemudian menjadi dasar pendekatan yang disebut dengan semantic field atau semantic domain, yaitu pendekatan semantik yang mecoba melakukan klasifikasi makna berdasarkan persamaan arti atau bidang makna yang sama dikumpulkan dalam satu kelompok

 mengetahui prinsip perluasan makna dari suatu makna dasar.
  1. Hiponimi ialah semacam relasi antarkata yang berwujud atas bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain.
  2. Hiponimi adalah semacam relasi antarkata yang berwujud atas bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain. Kelas atas mencakup sejumlah komponen yang lebih kecil, sedangkan kelas bawah merupakan komponen yang mencakup dalam kelas atas. Contoh: Januari, Februari, Maret, April hiponimi dari kata bulan. Kelas atas disebut hipernim, contohnya, ikan hipernimnya tongkol, gabus, lele, teri.
 dalam kamus kata-kata homonimi berikut ini!
a. angguk – gerakan kepala menunduk, angguk – tali pada perahu
b. anggka – tanda lambang bilangan, angka – mengangap
c. antar – hubungan yang satu dengan yang lain, antar – memindahkan sesuatu ke tempat lain
d. bujuk – usaha untuk meyakinkan seseorang dengan kata-kata, bujuk – ikan gabus
e. bunga – bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, bunga – imbalan jasa
f. ekstrak – pati atau sari, ekstrak – salinan atau petikan
g. email – massa berupa kaca tidak bening, email – bahan padat berwarna putih
h. ceraka – pengukup pakaian, ceraka – tumbuhan yang akarnya dapat dipakai sebagai obat
i. genting – gawat atau tegang, genting tutup atas rumah
j. ibarat – umpama atau perbandingan, ibarat – isi
k. jurus – arah yang lurus, jurus – sikap
l. kabur – tidak dapat melihat sesuatu, kabur – berlari cepat-cepat
m. lengket – lekat, lengket – tumbuhan yang dapat dipakai untuk pupuk hijau
n. pelonco – gundul, pelonco – semangka muda
o. penting – utama atau sangat berharga, penting – tiruan bunyi
p. alam – segala yang ada di langit dan di bumi, alam – merasai

6.HIPONIMI
           istilah hiponimi ( ing: hyponymy berasal  dari bahasa yunani kuno  onama=nama,dan hypo= di bawah). secara harfiah istilah  hiponimi bermakna nama yang termasuk di bawah nama lain.
verhaar(1983:131) mengatakan :' hiponimi ialah ungkapan  ( kata  biasanya atau kiranya dapat juga  frasa atau kalimat). yang maknanya dianggap  merupakan bagia dari makna suatu ungkapan lain."
hiponimi mengandung  hubungan  logis  dengan hierarki ( palmer,1976:78): artunya ,kalau kita sudah  mengatakan  hiponimnya ,maka kita dapat membayangkan  nama kelompoknya,jdi kalau sudah menyebut nama kelompoknya kita sudah bisa menyebut hiponimnya.jadi  kalau kita menyebut ros, maka kita mngetahui bahwa ros adalah bunga: kalau kita menyebut bunga ,maka sudah termasuk aster dan melati.
              hiponimi mengandung  pula hubungan transitif ( lihat lyons 1,1977:292) : artinya kalau X  adalah  hiponim dari Y ,dan Y  hiponim dari Z ,maka X seharusnya  hiponim dariZ..
hierarki ini dapat juga dibalik : ayam betina :ayam: burung : binatang ( makhluk hidup). dengan kata lain  ayam betina merupakan  hiponim dari kata ayam : ayam merupakan hiponim dari burung: burung merupakan dari binatang. dan binatang merupakan hiponim dari makhluk hidup,
(semantik leksikal: prof.Dr.Mansoer Pateda.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar