Selasa, 18 Juni 2013

Mungkinkah dia pengganti sahabatku

     

 Perkulihan hari itu  cukup melelahkan, aku dan echi menuju kantin kampus,untuk mengisi perut kami sudah keroncongan itu.echi adalah teman  dekatku ,kami berada pada
satu perguruan  tinggi swasta yang sama”universitas islam riau”dan aku sendiri, namaku ocha namun echi selalu memanggil ku dengan sebutan cimoed,echi datang dengan membawa dua mangkok bakso dan dua gelas the es sambil makan kami berbincang.
“Moed ,apa kamu betah kost disurya baru2  itu?” mending pindah dan satu kost denganku rengeknya.
“ aku mau bangat sih cemong,tapi kan jauh dari kampus”kataku sambil tersenyum manja.
“ kan kita bisa barengan, echi memberi semangat.
“iya deh cemong,sambil membersihkan sisa makanan dimulutku dengan tissue.
“ siip,aku tunggu kedatanganmu moed dkostku.
Bagiku sosok echi cukup menghibur hatiku,dengan tingkah nya yang lucu meskipun kami tidak satu kost namun komunikasi kami berjalan dengan lancar.hampir tiap hari dia perhatian sama aku meskipun hanya lewat sms,ingatin buat makan kyk pacar saja gumanku dalam hati.terdengar nada panggil dari hanphoneku”kagen kangen band-pujaan hati* salah satu lagu favoritku.dilayar hp terlihat panggilan masuk dari cemong.segera aku angkat panggilan darinya.
:assalamu’alaikum, selamat pagi cemoud bawel! Sambil terdengar ketawa nya  terbahak-bahak.
“walaikum’salam” cemong yang niez jawabku dengan manja.
“gimana ,jadi gk pindah kekostku?” Tanya nya
“ jadi dunk,ntar sore ya tunggu saja kedatangan ku,jawabku sambil tertawa.

                 Sorenya aku langsung siap-siap pindah dijalan kartama,dan sejak kami satu kost aku dan eci semakin dekat,bahkan kami selalu beli baju yang sama model Cuma beda warna saja.sehingga kami selalu dipanggil sikembar.pada saat liburan semester aku mengajak echi kerumahku dengan izin orangtuanya,ecipun ikut denganku keduri karna dia belum pernah keduri,namun sesampainya diduri aku mengenalkan eci sama semua keluaraga ku.Namun baru tiga hari diduri,echi merasa tak betah karna hanya dirumah saja dan dia diam sepanjang hari tanpa menyapaku seperti nya dia marah kepadaku,aku jadi binggung denga sifat nya lalu aku mengambil hanphone mencoba menghubungi sesorang temanku yang berada diminas.
“assalamu’alaikum,bang!” sibuk ya kataku.
“walaikum’salam,gak kok”ada apa kok nelp pagi2 begini?
 Tanya nya penasaran.
“begini bang,cha lagi binggung bang”dan butuh saran dari abang.
“ ada apa sih cha,cerita lah siapa tau abang bisa bantu” kata nya memberi semangat
Akupun mulai menceritakan semua masalah antara aku dan echi,da dia menyarankan untuk mengajak echi jalan,karna dia juga tak tahu mau kasih saran apa karna hanya kenal echi Cuma difacebook doang. Jadi gak tau sifat echi itu seperti apa.dan akupun menemui eci dikamar.
Chi kamu kenapa sih,kok diamin akun sih,kalau aku salah maafkan aku ya chi” kataku sambil memeluk nya
“gak ada apa-apa kok cha,aku Cuma kangen sama orangtuaku” semua orang pulang kerumahnya sedangka aku gak kata nya sambil menagis.
“kok kamu bicara seperti itu chi,keluargaku juga keluargamu,lagipula perjanjian kita kan memang begitu seminggu diduri dan ntar seminggu lagi ditaluk kuantan temapat orangtuamu”kataku sambil menghapus airmatanya,diam hanya terdiam dan aku langsung berdiri.
“chy aku mandi dulu ya,ntar aku ajak jalan kekualo mudo keyen dech ntar kita foto –foto disana”jawabku sambil tersenyum
Aku pun berlalu dan selesai mandi aku mengajak eci jalan keliling duri,dan melihat ponaan ku yang krenaval MdA dikantor camat dan kami foto-foto bersama selesai acara itu kami pun kekualo mudo,seumur-umur au tak pernah membujuk orang karma aku lah yang selalu dibujuk,ternyata bujukin orang itu tidak enak,mmmm gumanku dalam hati.
Keesokan harinya aku sudah baikan lagi sama echi ,dan sudah bercanda-canda seperti yang dulu,aku baru tau sifat echi yang pendiam  dia itu memang pendiam bangat sehingga kalau ada masalah gak mau cerita ,namun sebagai teman yang baik aku lah yang duluan yang harus memulai.sedang asyik-asyik nya aku bercanda sama echi dikamar,ternyata bundaku datang menghampiri kami.
“cha ada tamu diluar tu”kata bunda sambil tersenyum.
“siapa bun?” kataku penasaran
“brail ,jawab bunda singkat.
“ah ,brail ngapaen juga anak to datang gk bilang=bilang kesalku.
“brail mana cha Tanya echi.
Itu lo,temanku yang diminas yang kamu kenal difacebook itu gerutuku
Chi kamu ja lah yang keluar aku malu kataku membujuk echi
Gak mau ah,aku juga malu,kata echi sambil mencubit lenganku.
Aku malu chi,aku dan dia dah 6 tahun gak ketemu kataku sambil menyisir rambutku.
Tiba-tiba bunda datang,dan marah padaku.
Kenapa belum keluar  juga ,brail dah lama menunggu to kata bunda
Suruh pulang saja bun,jawabku polos.
Ehehee…gak sopan anak bunda ini,orang datang jauh-jauh gitu disuruh pulang jangan sok cantik deh kata bunda mata yang melotot.
Yayaaya…bentar lagi keluar sekarang,sambil berlalu,aku keluar kamar menuju ruang tamu menemui teman lamaku itu.
                Sesamapainya diruang tamu ternyata  brail datang bersama teman-temannya yang tidak aku kenal,lalu brailpun mengenalin aku dengan teman nya,ada tio,marleys,rian,dan gondan. setelah berkenalan aku pun duduk,bunda datang da membawakan minuman buat mereka karna sudah lama tak bertemu kami pun bercerita panjang lebar.
Brail adalah abang angkat kakakku yang sekarang sudah menikah,kakakku menikah muda setelah tamat Smk dia pun dipinang orang medan,dan aku mengenal brail saat aku duduk dbangku SMP kelas 1,ternyata dia sudah jauh berbeda setelah 6 tahun lama nya tidak bertemu.setelah bercerita panjang lebar dia mengajakku pergi kepasir pengaraian.aku pun menyetuinya tak lupa mengajak echi sahabatku.
                Di sepajang perjalan kami bercanda ria,aku sedikit grogi karna Cuma aku dan echi cewek didalam mobil itu,namun ibuku percaya karna dari dulu ibuku sangat mempercayai brail dan dia sudah seperti keluarga sendiri,keluarga kami saling kenal da berteman baik. dan sesampainya dipasir aku bertemu temanku rahmi yang sudah menikah dan mempunyai  seorang anak,mmmm semua dah berubah kataku dalam hati.aku binggung karna disana banyak saudara bunda,mereka merebutkan aku untuk tidur dirumah nya,aku binggung piliha yang mana.akhirnya aku dan echi tidur rumah kakak sepupuku.
Keesokkan harinya kami pun pulang keduri,dan bercanda.Malas rasanya mau pulang keduri masih pengen berkumpul-kumpul lagi namun waktu yang memisahkan kami.aku juga sedih meninggalkan ibu yang sendirian dirumah namun janjiku pada echi untuk ketaluk kuantan,akupun ikut echi ketaluk.dan aku dikenalin dengan keluarga ternyata ibu nya echi sama bawelnya dengan aku kecuali papa nya yang pendiamnya sama kayak echi.aku Cuma 5 hari ditaluk lalu aku pulang sendri karna jujur aku katakana aku tak betah dirumah echi meskipun orangtua nya begitu baik padaku,aku tak diajakn jalan-jaln membuatku jemu,sebenarnya echi ingin mengajak ku ke air terjun namun ibunya melarang kami karna cuaca musim hujan tak baik ksana,banyak kejadian aneh.kamipun menuruti.Lalu aku pulang kepekanbaru sendrian,aku beranikan pulang kepekanbaru meskipn aku baru pertama kali ketaluk ,karna dipekanbaru aku juga ingin melihat adikbaruku,kakak angkatku yang baru melahirkan.walaupn aku tak diajak jalan-jalan sma echi aku tak marah,malah aku berharap dengan pergantian nya kami ke daerah masing-masing semoga saja hubungan persahabat kami makin membaik.dan ternyata allah mengabulkan doaku.
Suatu malam aku bermimpi tentang sahabat lama ku yang telah lama meninggal dunia,didalam mimpiku aku bertemu dengan nya dan kami pun foto berdua namun saat foto itu dicuci ,wajah difoto itu tak lagi wajah sahabat lama ku yang telah meninggal dunia itu melainkan wajah eci.akupun terbangun dari tidurku dan aku berusaha menebak apa maksud mimpi itu tak mungkin mimpi itu hanya kebetulan saja,selama ini aku banyak berteman dekat dengan yang lain namun tak pernah mengalamin mimipi seperti ini.
Apakah echi menggantikan sahabatkku yang telah lama pergi,namun rasanya tak mungkin aku dan echi  hanya teman dekat,dia terlalu sulit ku tebak,kadang dia diam saat ada masalah,kadang juga dia marah tanpa sebab.yang membuat aku binggung.
Bagiku teman dan sahabat itu sangat berbeda,teman hanya tempat bersenang-senang dan bermain saja tetapi sahabat bersedia suka dan duka,selalu ada saat kita membutuhkan itulah sahabat,berani berkorban dan tidak egois.Namun kadang disisi lain dia terlihat lucu,entahlah aku pun tak mengerti jalan hidupku ini.namu aku berharap suatu saat nanti aku temukan sosok seperti almahum sahabatku yang telah pergi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar